Rabu, 29 Desember 2010

Umar: Muridku


Umar....
Membawa bongkahan dan serpihan kata
Asamu membawa masuk tubuh dan pikiranku
Tempat bersemanyam belas kasih dan amarah
Dan ketika kau datang denan bahasa terbata-bata dibalik lidah kidalmu,
Lalu kau berkata:
”ntak, ssu..sudah gwak..tunya pulang?” (kak, sudah waktunya pulang)
Kau lari dengan senyum ceria
Rasa gembira membuatku luluh berganti berbunga

Umar...
Meskipun dengan bahasa tutur yang samar
Dan meski dibalik keterbatasan
Kau tetap hidup dalam duniamu
Mamakmu menceritakan kepadaku
”Anakku sebenarnya bisa, anakku pintar.
Tapi karena dirinya itu, ia dibuang dari ajakan  kawan-kawannya”
Hingga dia sedikit rapuh

Umar,...
Di mataku kau adalah murid terbaikku
Karena kau berani berujar untuk kebenaran

November 2009

Jalan Lontar


Menapaki jalan itu,
Seorang memanggil dan berkata pada jiwanya
”Hai, hendak kemana kau?”
Ia lalu menjawab
”Aku...akan menyusuri jalan”
”Kemana?”
Jalan lontar...
”Apa Jalan lontar itu?”
            Tempat bersemanyam para ulat
...selalu mengganggu keindahan”
November 2009

Penyair Tak Bernama

Seorang berkata
”Dialah tuan penyair”
Orang baru lahir
Kaulah guru sang penyair
Karena baru lahir
Biar kau tak bernama atau sengaja tak kau namai
Tapi kukenal jiwamu
Jika saat ku tahu dirimu
Kau tak tahu diriku
Dan sebaliknya
Rasa tahuku melebihi rasa tahumu.

Januari 2008

Jiwa kecilku

Diusia kecilku
Saat saraf tak menyatu
Jiwa tak terkendali
Mengikat tuk kuasai tubuh yang bergejolak
Wajah-wajah lugu
Tak terkendali otak
Bertekuk dalam kerapuhan
            Dan ketika ku dewasa
            Jiwaku menguasai keangkuhan
Januari 2008

Dua hal yang berbeda


Hitam pekat tak terlihat
Ternoda, terikat
Padam, kekosongan
Kekerasan
Kejahilan
Kehinaan
Kehancuran
Putih sinar cemerlang
Kebaikan
Kesadaran
Kepatuhan
Kelembutan
Kemuliaan ..

Desember 2008

Risalah Hati



Dalam renungan di setiap anggukan malam
Memberikan tajuk yang menggetarkan
Yang mengubah menjadi fatamorgana
Hiruk pikuk ke dalam tamasya
Aku, disini
Menunduk dalam keharuan
Yang tak lari membentuk barisan pemberani
Tapi
Dalam ruang jiwa
Harapan desah yang mengabarkan ”ia akan menang”
Dan semua itu dalam kesatuan padu pada poros yang lebih indah...
Desember 2008