Rabu, 29 Desember 2010

Umar: Muridku


Umar....
Membawa bongkahan dan serpihan kata
Asamu membawa masuk tubuh dan pikiranku
Tempat bersemanyam belas kasih dan amarah
Dan ketika kau datang denan bahasa terbata-bata dibalik lidah kidalmu,
Lalu kau berkata:
”ntak, ssu..sudah gwak..tunya pulang?” (kak, sudah waktunya pulang)
Kau lari dengan senyum ceria
Rasa gembira membuatku luluh berganti berbunga

Umar...
Meskipun dengan bahasa tutur yang samar
Dan meski dibalik keterbatasan
Kau tetap hidup dalam duniamu
Mamakmu menceritakan kepadaku
”Anakku sebenarnya bisa, anakku pintar.
Tapi karena dirinya itu, ia dibuang dari ajakan  kawan-kawannya”
Hingga dia sedikit rapuh

Umar,...
Di mataku kau adalah murid terbaikku
Karena kau berani berujar untuk kebenaran

November 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar